Whistleblower

Kalo menurut Wikipedia, whistleblower adalah an employee, former employee, or member of an organization, especially a business or government agency, who reports misconduct to people or entities that have the power and presumed willingness to take corrective action. Generally the misconduct is a violation of law, rule, regulation and/or a direct threat to public interestfraud, health, safety violations, and corruption are just a few examples.

Begitu melihat kasus IPDN yang lagi heboh di mana-mana dan mendengar Inu Kencana Syafii disebut, aku jadi teringat dengan istilah whistleblower. Istilah ini pertama kali kudengar pada saat menonton film the Insider yang dibintangi oleh Russel Crowe (one of my favorite actors). Insider Film ini menceritakan tentang Jeffrey Wigand, salah satu eksekutif tertinggi (vice president for research and development) di Brown & Williamson yang membuka Big Tobacco Scandal tentang upaya industri rokok untuk meminimalkan isu kesehatan pada konsumsi tembakau. Jeffrey Wigand membuktikan bahwa eksekutif perusahaan rokok tahu bahwa merokok dapat menyebabkan kecanduan dan mereka juga menambahkan bahan carcinogenic (dapat menyebabkan kanker) ke rokok.Wigand

Inu Kencana adalah satu-satunya dosen IPDN yang berani membuka suara tentang kematian salah satu Praja IPDN akibat dianiaya oleh seniornya sendiri. Inu1 Kalo tidak ada Inu Kencana, mungkin kasus kematian Cliff Muntu tidak akan tersebar ke mana-mana. Dosen-dosen yang lain mungkin takut kehilangan pekerjaan, dimusuhi sejawat dan atasan atau takut membahayakan jiwa diri dan keluarga mereka atau jangan-jangan mereka beranggapan bahwa kasus kematian Cliff Muntu adalah kasus biasa yang sering terjadi di IPDN.

Mudah saja bagi orang untuk menuding kalo Inu Kencana melakukan semua itu untuk mencari popularitas. Setelah kasus Cliff Muntu meledak, kita bisa dengan mudah mencari wajah Inu Syafii Kencana di stasiun TV ataupun koran. Karena Inu laris ditanggap mencari narasumber di berbagai acara yang membahas tentang IPDN. Tapi kalo dilihat lagi ke belakang, terlihat bahwa disertasi Inu Kencana pun sudah membahas tentang kekerasan yang terjadi di IPDN dan lagi-lagi disertasi ini menjadi sumber bagi media. Yang juga menyedihkan adalah ketika Inu didemo oleh  praja wanita IPDN. yang mereka protes adalah Inu yang dianggap memberitakan hal yang tidak benar. bukannya protes tentang tidak adanya keamanan bagi kalangan minoritas (dalam hal ini adik tingkat) di kampus mereka.

Jeffrey Wigand sempat kesulitan untuk mencari pekerjaan dan juga dituntut ke pengadilan oleh bekas perusahaannya, sedangkan Inu Kencana walaupun tidak dituntut sampai pengadilan sempat diskorsing dan diperlambat kenaikan pangkatnya. Mungkin mereka sempat takut, tapi keinginan to tell the truth, the whole truth, nothing but the truth mengalahkan rasa takut tersebut dan mereka tetap menyuarakan kebenaran.

Hmmmm…… susah cari kerja, dituntut ke pengadilan, diskorsing atau diperlambat naik pangkat. Kalo aku terus terang aja gak sanggup…. (itulah sebabnya aku sangat kagum dengan para whistlebower ini). What about you?????

Leave a Reply